Kegiatan

Jelajah Situs Kota Lama Semarang: Mengamati Perkembangan Kota Lama Dari Waktu Ke Waktu

Berawal dari suatu kampung, berkembang menjadi bandar pelabuhan, hingga pada abad ke-17 mulai terbentuk wajah kota Kolonial seperti yang masih kita lihat pada saat ini. Kota Lama Semarang memang telah melalui perjalanan panjang!

Namun, tidak banyak kalangan yang menyadari perjalanan panjang yang telah dilalui oleh kota ini, terutama generasi muda. Ketika kita mengunjungi Kota Lama, seringkali hal yang kita lihat hanyalah gedung-gedung tua, gang-gang sempit, jalanan berdebu, dan padatnya lalu lintas. Tidak banyak yang menyadari bahwa dibawah permukaan wajah Kota Lama yang kita lihat sekarang, banyak cerita mengenai keberadaan Kota ini dalam konteks budaya kita dari waktu ke waktu.

Hal inilah yang menjadi latar belakang kegiatan Jelajah Situs Kota Lama Semarang, salah satu bagian dari Program Rumah Peradaban 2018. Kegiatan ini mengajak murid dan guru dari 10 SMP di Semarang untuk melihat perkembangan Kota Lama dengan sudut pandang konteks budaya, dan tidak hanya melihat fisik luarnya saja.

Para peserta nampak antusias mengikuti jelajah ini, meskipun kondisi Kota Lama pada saat kegiatan ini berlangsung sedang dalam revitalisasi. Debu dari proyek pengerjaan jalan, dan juga teriknya matahari tidak mengurangi semangat mereka dalam mengikuti kegiatan ini. Meskipun banyak dari mereka telah mengetahui mengenai Kota Lama, bahkan banyak juga yang melewati kawasan ini setiap hari, namun beberapa fakta nampaknya baru mereka ketahui ketika menjelajah.  Mungkin itulah yang membuat mereka tertarik, dan menikmati jelajah situs ini.

Banyak dari mereka tidak menyadari bahwa di beberapa ruas jalan yang mereka lalui tiap hari dahulu berdiri tembok benteng, dan juga bahwa sungai yang sekarang kotor dan dangkal dahulu pernah dilalui kapal besar dan menjadi urat nadi kegiatan bisnis di Kota Lama. Melalui interaksi dan tanya jawab, selama menjelajah peserta memang diajak membandingkan kondisi sekarang dengan dahulu di beberapa bagian Kota Lama.

Hal diatas dilakukan agar peserta menyadari bahwa Kota Lama Semarang bahkan hingga sekarang pun masih mengalami perkembangan. Dalam sudut pandang budaya perkembangan ini mempunyai dua sisi konsekuensi, baik dan buruk. Dengan mengunjungi beberapa gedung selama jelajah, para peserta pun diajak untuk melihat dua sisi konsekuensi dari perkembangan tadi. Diharapkan mereka dapat menyikapi dengan baik perubahan-perubahan yang terjadi dan memberikan kontribusi positif dalam aspek konservasi situs Kota Lama, karena perkembangan itu adalah sesuatu yang kini tidak dapat dihindari.

 

 

 

 

Tags :