Buku Pengayaan

Beberapa Benteng Belanda di Jawa Tengah

Merupakan sebuah buku yang di tulis oleh Ibu Novida Abbas,
pada tahun 2018 (Peneliti Balai Akroleogi D.I Yogyakarta-saat ini (2019) Beliau sudah pensiun) buku ini merupakan salah satu hasil publikasi Balar DIY sebagai upaya meningkatkan kedudukan dan peran Balar DIY dalam dinamika dunia pendidikan Arkeologi sebagai inti dalam tugas utama penelitian Balar DIY.

Tinggalan arkeologi yang berupa benteng cukup banyak ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya yang di paparkan di buku ini adalah tinggalan-tinggalan benteng di Pulau Jawa terutama Jawa Tengah. Topik ini dipilih untuk memperkaya pengetahuan kita semua tentang tinggalan yang berupa benteng pertahanan Belanda, yang secara tidak langsung merupakan bukti adanya perlawanan bangsa Indonesia terhadap dominasi Belanda di masa lalu.

Buku Beberapa Benteng Belanda di Jawa Tengah ini terdiri dari beberapa BAB antara lain :

  • Bab 1. Awal Munculnya Benteng
  • Bab 2. Bagaimana Bentuk dan Bagian-Bagian Benteng
  • Bab 3. Sejarah Ringkas Tentang Pendirian Benteng di Jawa
  • Bab 4. Benteng-Benteng di Jawa Tengah
  1. Benteng Tegal
  2. Benteng Pekalongan
  3. Benteng Goed Begin, Demak
  4. Benteng Jepara
  5. Benteng de Vijfhoek, Semarang
  6. Benteng Kota Semarang
  7. Benteng Prins Oranje, Semarang
  8. Benteng Rembang
  9. Benteng Juwana
  10. Benteng Willem II, Ungaran
  11. Benteng Willem I, Ambarawa
  12. Benteng Hestelling, Salatiga
  13. Benteng Veldwacher, Boyolali
  14. Benteng Vastenburg, Surakarta
  15. Benteng Engelenburg, Klaten
  16. Benteng Kartasura
  17. Benteng Cochius, Gombong
  18. Benteng Pendem, Cilacap
  19. Benteng Karangbolong, Nusa Kambangan, Cilacap

Benteng-benteng dengan pengaruh Eropa yang ada di Nusantara memiliki bentuk yang beragam. Umumnya benteng-benteng tersebut memiliki denah geometris dari sederhana sampai rumit. Dijelaskan pula mengenai bagian bagian benteng seperti : Tembok/dinding keliling benteng, Bastion, Ceruk bidik, Lubang bidik, dan Parit.

Tags :