Poster

Kerangka Sejarah Situs Liyangan

Situs ini berada di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kerangka sejarah Situs Liyangan dibagi menjadi 3 fase yaitu:

  • Fase pertama ditandai dengan bentuk lahan yang berteras undak. Setiap teras memiliki talud dari boulder sebagai pelindung dan penguat lahan. Pada fase ini juga ditandai dengan ditemukanya arca bertipe polinesia. Masyarakat Liyangan kuno menganut kepercayaan asli Indonesia dengan media pemujaan berupa arca batu
Situs Liyangan
Fase Pertama
  • Fase kedua adalah masuknya kebudayaan Hindu dalam kehidupan sehari-hari Masyarakat Liyangan kuno mulai mengenal konsep agama dengan pengaruh anasir India. Pada Fase ini ditemukan bangunan-bangunan pemujaan yang di antaranya candi, batur, dan petirtaanFase Kedua
Situs Liyangan
Fase Kedua
  • Fase ketiga ialah tertutupnya wilayah Liyangan kuno oleh material letusan Gunung Sindoro. Bencana ini menghentikan proses pertumbuhan permukiman Liyangan secara tiba-tiba. Letusan dahsyat yang terjasi pada abad ke XI Masehi mengubur lokasi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan sisa-sisa arang. Hasil penelitian menunjukkan adanya bangunan rumah yang diindikasikan dari sisa arang kayu, bambu, dan ijuk. Arang kayu dialnalisis sebagai tiang, lantai dan dinding. Arang bambu diduga merupakan anyaman untuk dinding dan konstruksi atap. Arang ijuk sebagai atap bangunan dan tali untuk mengikat konstruksi. Selain sisa arang yang menandakan adanya bangunan hunian, ditemukan juga sisa daun yang terkonservasi oleh lapisan abu vulkanis. Satu temuan lagi mengindikasikan gambaran bahan makanan dari sisi bentuknya. Temuan ini diperkirakan kluwek, telah ditanam di lahan pertanian Liyangan kuno.
Situs Liyangan
Fase Ketiga
Tags :